SELASA , 12 APRIL 2022
POSYANDU LAMPAH COROT
Kegiatan posyandu
SELASA , 12 APRIL 2022
POSYANDU LAMPAH COROT
Dalam Agama Hindu mengajarkan ketika bertemu
dengan sesama menyapa dengan mengucapkan “Om Swastiastu” diharapkan agar dapat
membina hubungan yang harmonis dan mempererat rasa persaudaraan dalam pergaulan
di masyarakat. Salam ”Om Swastyastu” itu tidak memilih waktu. Ia dapat
diucapkan pagi, siang, sore dan malam.
Makna
Om Swastiastu
“OM” artinya Tuhan, “SU” artinya baik, “ASTI” artinya ada dan “ASTU” artinya
semoga, jadi keseluruhannya berarti SEMOGA SELAMAT ATAS RAHMAT TUHAN YANG MAHA
ESA. Dengan demikian maka pada setiap kegiatan telah dilaksanakan saling doa
mendoakan satu sama lain.
Biasanya dalam aksara Latin menggunakan “OM SWASTIASTU” jika dalam
Aksara Bali “OM SWASTYASTU” karena jika dalam Aksara Bali jika ‘i’ ketemu ‘a’
maka ada nania yang akan menjadi ‘y’.
Setelah mengucapkan Om dilanjutkan dengan kata
”swasti”. Dalam bahasa Sansekerta kata swasti artinya selamat atau bahagia,
sejahtera. Dari kata inilah muncul istilah swastika, simbol agama Hindu yang
universal. Kata swastika itu bermakna sebagai keadaan yang bahagia atau
keselamatan yang langgeng sebagai tujuan beragama Hindu. Lambang swastika itu
sebagai visualisasi dari dinamika kehidupan alam semesta yang memberikan
kebahagiaan yang langgeng.
Adapun bentuk asli dari lambang Swastika ialah dua
garis vertikal dan horisontal bersilang sama sisi, tegak lurus di tengah- tengah
(+), seperti berikut:
Sebagai kreasi seni budaya yang selalu
berkembang, Swastika juga mengalami perkembangan sehingga kemudian menjadi
berbentuk seperti berikut:
Jika pendapat kami, singkatan pada salam Om
Swastiastu akan dapat mengurangi maknanya sendiri, karena ketika kita
mengucapkan OSA, belum tentu mereka yang membacanya akan memahami bahwa OSA
adalah Om Swastiastu. Tidak bermaksud untuk menjadi terlihat fanatik tapi jika
sudah memahi akan makna dari salam Om Swastiastu yang merupakan sebuah doa,
tentu dalam doa diperlukan keikhlasan dan ketulusan. Ketika doa itu disingkat
tentu akan tercermin kurangnya keikhlasan dan ketulusan dalam menyampaikan doa.
KAMIS, 24 MARET 2022
JAM 10.00 WITA
BALAI PENYULUHAN KBPP DAN PA KECAMATAN BANJAR
PEMBUKAAN OLEH KORRDINATOR PLKB KECAMATAN BANJAR ( WAYAN SUDIASTIKA )
PEMAPARAN KELUARGA DAN 8 FUNGSI KELUARGA OLEH KASI PENYULUHAN DAN PENDAYAGUNAAN PLKB ( MADE SIRENA )
1. Fungsi Keagamaan
Agama adalah kebutuhan dasar setiap manusia. Keluarga adalah tempat
pertama penanaman nilai-nilai keagamaan dan pemberi identitas agama pada setiap
anak yang lahir. Keluarga menumbuh kembangkan nilai-nilai agama sehingga anak
menjadi manusia yang berakhlak baik dan bertakwa.
Keluarga mengajarkan seluruh anggotanya untuk melaksanakan ibadah
dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melaksanakan
fungsi agama tidak boleh mengabaikan toleransi beragama karena keluarga
Indonesia menganut kepercayaan dan agama yang beragam.
2. Fungsi Sosial Budaya
Keluarga adalah wahana utama dalam pembinaan dan penanaman nilai-nilai
luhur budaya yang selama ini menjadi anutan dalam tata kehidupan.
Fungsi sosial budaya memberikan kesempatan kepada keluarga dan seluruh
anggotanya untuk mengembangkan kekayaan budaya bangsa yang beraneka ragam dalam
satu kesatuan.
Dengan demikian, nilai luhur yang selama ini sudah menjadi anutan
dalam kehidupan bangsa tetap dapat dipertahankan dan dipelihara. Keluarga
menjadi wahana pertama anak dalam belajar berinteraksi dan beradaptasi dengan
lingkungan sekitarnya, serta belajar adat istiadat yang berlaku di sekitarnya.
3. Fungsi Cinta Kasih
Cinta dan kasih sayang merupakan komponen penting dalam pembentukan
karakter anak. Fungsi cinta kasih memiliki makna keluarga harus menjadi tempat
untuk menciptakan suasana cinta dan kasih sayang dalam kehidupan berkeluarga,
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Fungsi cinta kasih dapat diwujudkan dalam bentuk memberikan kasih
sayang dan rasa aman serta memberikan perhatian di antara anggota keluarga.
Fungsi cinta kasih dalam keluarga menjadi landasan yang kukuh terhadap
hubungan anak dengan anak, suami dengan istri, orang tua dengan anaknya, serta
hubungan kekerabatan antargenerasi sehingga keluarga menjadi wadah utama
bersemainya kehidupan yang penuh cinta kasih lahir dan batin.
4. Fungsi Perlindungan
Keluarga adalah tempat bernaung atau berlindung bagi seluruh anggota
dan tempat untuk menumbuhkan rasa aman serta kehangatan. Adanya suasana saling
melindungi, keluarga harus menjadi tempat yang aman, nyaman. dan menenteramkan
semua anggotanya.
Jika keluarga berfungsi dengan baik, keluarga akan mampu memberikan
fungsi perlindungan bagi anggotanya serta dapat mengoptimalkan tumbuh kembang
anak.
Keluarga melindungi setiap anggotanya dari tindakan-tindakan yang
kurang baik sehingga anggota keluarga merasa nyaman dan terlindung dari hal-hal
yang tidak menyenangkan.
5. Fungsi Reproduksi
Keluarga menjadi pengatur reproduksi keturunan secara sehat dan
berencana sehingga anak-anak yang dilahirkan menjadi generasi penerus yang
berkualitas.
Keluarga menjadi tempat mengembangkan fungsi reproduksi secara
menyeluruh, termasuk seksualitas yang sehat dan berkualitas, dan pendidikan
seksualitas bagi anak.
Keluarga juga menjadi tempat memberikan informasi kepada anggotanya
tentang hal-hal yang berkitan dengan seksualitas. Melanjutkan keturunan yang
direncanakan dapat menunjang terciptanya kesejahteraan keluarga.
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Keluarga sebagai tempat utama dan pertama memberikan pendidikan kepada
semua anak untuk bekal masa depan. Pendidikan yang diberikan oleh keluarga
meliputi pendidikan untuk mencerdaskan dan membentuk karakter anak.
Fungsi sosialisasi dan pendidikan memiliki makna bahwa keluarga
sebagai tempat untuk mengembangkan proses interaksi dan tempat untuk belajar
bersosialisasi serta berkomunikasi secara baik dan sehat. Dengan interaksi
intensif dalam keluarga, proses pendidikan berjalan dengan efektif.
Keluarga menyosialisasikan kepada anak tentang nilai, norma, dan cara
untuk berkomunikasi dengan orang lain, mengajarkan tentang hal-hal yang baik
dan buruk maupun yang salah dan yang benar.
7. Fungsi Ekonomi
Keluarga adalah sebagai tempat utama dalam membina dan menanamkan
nilai-nilai yang berhubungan dengan keuangan dan pengaturan penggunaan keuangan
untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mewujudkan keluarga sejahtera.
Keluarga sebagai tempat untuk memperoleh makanan, pakaian, tempat
tinggal, dan kebutuhan materi lainnya serta memberikan dukungan finansial
kepada anggotanya.
8. Fungsi Pembinaan Lingkungan
Keluarga memiliki peran mengelola kehidupan dengan tetap memelihara
lingkungan di sekitarnya, baik lingkungan fisik maupun sosial, dan lingkungan
mikro, meso, dan makro.
Keluarga berperan untuk membina lingkungan masyarakat dan lingkungan
alam sekitar. Keluarga dan anggotanya harus mengenal tetangga dan masyarakat di
sekitar serta peduli terhadap kelestarian lingkungan alam.
Sikap peduli keluarga terhadap lingkungan untuk memberikan yang terbaik bagi generasi yang akan datang.
MATERI KESPRO ( MADE SRI KUSUMA WATI ) /KASI APOKASI
Rabu , Umanis dukut
16 Maret 2022
GENAH PAWINTENAN GERIA DENCARIK
Acara pewintenan Kepemangkuan dan Pawintenan Sari yang dilaksanakan di Geria Dencarik , pada hari Rabu , 16 Maret 2022 ( dadia Pasek Gelgel Desa Cempaga }
Pawintenan Kemangkuan berjalan dengan lancar sesuai dengan yang direncanakan :
Pewintenan Kepemangkuan :
Jero Mangku I Made Suartikanaya lan Mangku Instri Ni Wayan Asli, S.Pd
Pawintenan Saraswati/sari
Pan Putu Sudiarta ( Wayan Tugir Lan Luh Sutarmi )
Pan Luh Keni ( Made Sirma Lan Wayan Tarki )
Pan Luh Sinar ( Made Gelgel lan Komang Tangkis
Putu Yastra Lan Ketut Mistri
Wayan Sweken lan Luh Darmi
Nyoman Sumitra lan Nengah Murni
Yng dihadiri oleh Bendesa adat Cempaga ( Putu Karya Darma ) Ulun Desa ( Pan Luh Aning ) Balian Desa ( Jero Arya ) Pesantian ( Luh Rias ) dan semua keluarga besar pasek gelgel datang menyaksikan kegiatan pewintenan ini , pawintenan selesai pada pukul 11.30 wita.
saya selaku penulis sekaligus pemangku yang diwintenkan
sangat bersyukur dan berbahagia dengan lancarnya acara pewitenan keluarga ini
Acara mepiuning sebelum ke geria
JUMAT, 11 PEBRUARI 2022
RING SANGGAH DADIA
JAM 17.00 WITA
ACARA
PEWINTENAN PEMANGKU LAN PAWINTENAN SARASWATI
HARI
RABU , 16 MARET 2022
RING GERIA
DENCARIK
( Pesangkepan
Hari Jumat, 11 Maret 2022 )
PAWINTENAN PEMANGKU
1. MADE SUARTIKANAYA /NI WAYAN ASLI
PAWINTENAN
SARASWATI
1. WAYAN TUGIR/LUH SUTARMI ( PAN PUTU
SIDIARTA/ MEN SIDIARTA )
2. MADE SIRMA / WAYAN TARKI ( NANG
KENI/ME KENI )
3. MADE GELGEL/KOMANG TANGKIS
4. PUTU YASTRA/KETUT MISTRI
5. WAYAN SWEKEN/LU H DARMI
6. NYOMAN SMITRA/NENGAH MURNI
NGULEMIN/KUMASAKSI
1. ULU DESA ( PAN LUH ANING )
2. BENDESA ADAT CEMPAGA ( PUTU KARYA
DARMA )
3. PHDI DESA ADAT CEMPAGA ( MADE
DARMAWAN )
4. PESANTIAN ( NI LUH RIAS )
5. PEMANGKU ( PAN SUBUDI/I GEGE WIRA
)
CANANG PENGOLEMAN
5 TANDING LAN PIUNINGAN 2 TANDING TAELER SODE KATUR
RING HYANG IBU
PIUNINGAN RING
SANGGH LAN NGAYAT RING PURA LABUHAN AJI
INDIK PRABIA ( Banten
Pawintenan Rp. 6.000.000 ( enam Juta rupiah ) , sesari kurang lebih 1 Juta )
Ngangge Kas Sanggah
dadia Pasek Gelgel
Konsumsi 50 bungkus
nasi 8x Rp. 10.000
Wenten
Punia
1.
Pan
Keni Rp. 500.000
2.
Pan
Putu Sidiarta Rp . 500.000
3.
Made
Gel Gel Rp. 200.000
Kamis, 24 Pebruari 2022
Jam 17.00 Wita
Sanggah dadia Pasek Gelgel Desa Cempaga
acara :
1. Membahas Hari Raya Nyepi Tahu Caka 1944 Jatuh pada tanggal 3 maret 2022 , Pengerupukan dilaksanakan Rabu , 2 Maret 2022
2. Membahas Pewintenan Pemangku dan Pewintenan Sari
Melaksanakan kegitan 10 Langkah PLKB
Koordinasi dengan Kelian ADat Desa Cempaga
serta Staf Kantor Kepala Desa Cempaga
Kejasama tentang program KB yaitu Bangga Kencana
dan kegiatan Pendapingan Keluarga