Kamis, 06 Maret 2025

CERITA PERJALANAN DARI SEMBALUN

Perjalanan dari Sembalun ke Bali: Menyebrangi Laut dengan KMP Nawa Sena

Pagi yang cerah di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB. Hari itu, Jumat, 7 Maret 2025, saya bersiap untuk perjalanan menuju Bali. Dengan motor Honda Scoopy tahun 2022 berwarna hitam, berplat nomor DK 2209 UBI atas nama  I Ketut Eighi Darma Yana, saya berangkat pukul 08.50 WITA.

Perjalanan dimulai dengan melewati jalur Pusuk Rinjani yang menampilkan pemandangan pegunungan yang menakjubkan. Udara masih terasa sejuk saat saya melintasi Masbagik, kemudian menuju Kopang, Lombok Tengah. Lalu lintas cukup ramai, namun perjalanan tetap lancar hingga akhirnya tiba di Pelabuhan Lembar pukul 10.30 WITA.

Di pelabuhan, saya segera membeli tiket penyebrangan seharga Rp 180.000. Kapal yang akan membawa saya menyeberangi Selat Lombok adalah KMP Nawa Sena, kapal feri yang cukup besar dan nyaman. Saya menunggu sekitar satu setengah jam sebelum kapal akhirnya berangkat pukul 12.00 WITA.

Saat kapal mulai berlayar, saya duduk di dek sambil menikmati angin laut yang berhembus sepoi-sepoi. Lautan tampak tenang, dan sesekali terlihat kapal lain melintas dari kejauhan. Saya mengabadikan momen perjalanan ini, merasakan setiap detik perjalanan melintasi Selat Lombok yang begitu luas.

Perjalanan laut berlangsung sekitar empat jam, dan sesuai perkiraan, kapal merapat di Pelabuhan Padangbai, Bali, pada pukul 16.00 WITA. Setelah turun dari kapal, saya langsung melanjutkan perjalanan darat menuju rumah. Dengan kondisi jalan yang cukup padat di beberapa titik, akhirnya saya tiba di rumah sekitar pukul 19.00 WITA.

Perjalanan panjang dari Sembalun ke Bali ini bukan hanya sekadar perpindahan tempat, tetapi juga pengalaman yang penuh cerita. Dari udara sejuk pegunungan, lalu menyeberangi lautan yang luas, hingga akhirnya tiba di pulau yang selalu dirindukan. Sebuah perjalanan yang melelahkan, tetapi penuh makna.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar