Kamis, 19 November 2020

PEMBUKAAN PASRAMAN GUNA WIDYA DESA ADAT CEMPAGA

Cempaga , Kamis  ,19 Nopember 20202 

SD NEGERI 1 CEMPAGA

Pasraman Alit Alit Tetabuhan Baleganjur








Dudunan Acara :

DUDONAN ACARA

PEMBUKAAN PASRAMAN GUNA WIDYA

DESA ADAT CEMPAGA

  

KAMIS, 19 NOPEMBER 2020

SD NEGERI 1 CEMPAGA

PASRAMAN ALIT ALIT KELAS 4 DAN 5 , TETABUH BLEGANJURAN

1.      PEMBUKAA

2.      DOA

3.      SAMBRAMA WACANA

A.    LAPORAN KETUA PANITIA

B.     KELIAN BENDESA ADAT SEKALIGUS MEMBUKA DAN MERESMIKAN PASRAMAN BLEGANJUR ANAK ANAK SD NEGERI 1 CEMPAGA

C.     PERBEKEL DESA CEMPAGA

D.    MAJELIS ALIT DESA PAKRAMAN, KECAMATAN BANJAR

4.      PENUTUP /PESUGUHAN BOGA SAMATRA



Pengertian Pasraman :
Pasraman dan Sekolah sering kali diartikan sama. Padahal berdasarkan kitab Hindu Pasraman dan sekolah memiliki perbedan yang mencolok. Jika sekolah lebih mengutamakan tentang pendidikan nasional yang bersifat umum dan lebih luas. Sedangkan lembaga pendidikan khusus bidang agama Hindu.

Pasraman (pesraman) juga dikenal sebagai salah satu bentuk pendidikan dalam hal pengembangan ketrampilan, karakter anak dan pelestarian kebudayaan pada jalur nonformal yang biasanya di beberapa desa adat di Bali dilaksanakan di luar jam sekolah.

Pasraman yang berasal dari kata "asrama", dimana salah satunya disebutkan : "Pada saat brahmacari hendaknya segala tenaga dan pikiran benar - benar diarahkan kepada kemantapan belajar, serta upaya pengembangan ketrampilan sebagai bekal dalam kehidupan kelak agar nantinya dapat mengaktualisasikan hasil proses berpikir tersebut untuk kehidupan ini.
Namun dalam widya pasraman, satuan pendidikan keagamaan Hindu disebutkan ada pula beberapa tingkatan pasraman yang dilaksanakan secara formal di sekolah yaitu sebagai berikut :
  1. Pratama Widya Pasraman, pasraman dalam jalur pendidikan formal dapat diselenggarakan setingkat Taman Kanak-Kanak,
  2. Adi Widya Pasraman pada Sekolah Dasar,
  3. Madyama Widya Pasraman pada Sekolah Menengah Pertama disebut, dan
  4. Utama Widya Pasraman untuk Sekolah Menengah Atas disebut denga dll
Pentingnya pendidikan tersebut yang bersifat formal disebutkan pula agar dilaksanakan secara sadar dan terencana untuk membangun kualitas mental pribadi siswa sesuai dengan ajaran agama Hindu. 

Pendidikan agama Hindu diarahkan untuk membangun kualitas mental pribadi siswa agar memiliki visi yang jelas, wawasan dan pengetahuan yang kontekstual, tujuan hidup yang jelas, komitmen terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip hidup secara humoris dan kreatif dalam masyarakat yang pluralistik, kepedulian terhadap lingkungan dan berkarya sesuai dengan swadarmanya.
Kualitas mental tersebut menjadi penentu arah, motivator, fasilitator dalam pengembangan swadarma hidupnya. Dengan pelaksanaan pendidikan melalui pasraman yang diselenggarakan secara terus menerus, setiap hari dan setiap saat agar tercipta masyarakat yang memiliki keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia yang lebih baik sesuai dengan yang ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945
Pasraman dibangun dengan ciri khas dan tetap diwariskan secara turun temurun seperti dalam beberapa sejarahnya di Bali,
  1. Tugas mulia Maharesi Markendya selama berada di Payangan, yakni sebagai guru pengajian yaitu memberi pengajian (pembelajaran) pada orang-orang. “Kehadiran Pura Murwa Bhumi ada tercatat di dalam prasasti,” sebut Cokorda Made Ranayadnya, tetua dari Puri Agung Payangan, sekaligus pangempon di Pura Murwa Bhumi.
  2. Pura Tamansari di Budakeling sebagai pesraman, yang saat ini keberadaan pura tersebut sebagai dang kahyangan di Bali untuk mengenang kisah perjalanan suci Danghyang Astapaka ke Bali.
  3. Pura Silayukti, Pasraman Mpu Kuturan, berkat pendekatan, pemikiran dan usaha yang dilakukan beliau tersebut, sekte-sekte dalam masyarakat Bali itu berhasil lebur dan menyatu (manunggal).
  4. Pura Dukuh Sakti yang berada di catur lawa, dahulu sebagai media pasraman sang guru suci untuk melayani umat yang mohon tuntunan penyucian diri kepada sang pandita dll 


Pembukaan dihadiri :

1. Majelis Alit

2. Saba Desa

3. PHDI Kecamatan

Panitia :

1. I Putu Karya Darma

2. I Ketut Sari Nada

3. Jero Mangku I Made Suartikanaya

4. I Komang Panji Agus Herdiana

Pemilet :


Pasraman Guna Widia dilaksanakan selama 11 Kali pertemuan , dengan sumber dana Dari Semesta Berancana dengan Jumlah dana Rp. 12.000.000 ( dua belas Juta rupiah )

Demikian Laporan sementara Pembukaan Pasraman Guna Widya Desa Adat Cempaga


PLT Bendesa Adat Cempaga


I PUTU MANGKU


Hari Jumat , 20 Nopember 2020

Pemblajaran Tahap 1 ( Pertama )

TEMPAT BELAJAR SENI TABUH BALEGANJURAN
SD NEGERI 1 CEMPAGA

BALEGANJUR BALIGA

OM SWASTIASTU semeton bali semuanya....kali ini kita akan membahas tentang musik daerah bali yaitu baleganjur bali.siapa sih yang tidak kenal dengan bleganjur bali?pastinya semuanya sudah tau teutama masyarakat bali
 Istilah Baleganjur berasal dari kata Bala dan Ganjur.Bala berarti pasukan atau barisan,Ganjur berarti berjalan.Jadi Balaganjur yang kemudian menjadi Baleganjur yaitu suatu pasukan atau barisan yang sedang berjalan,yang kini pengertiannya lebih berhubungan dengan sebuah barungan gamelan. Baleganjur adalah sebuah ensamble yang merupakan perkembangan dari gamelan bonang atau  bebonangan.Baik dari segi instrumentasinya maupun komposisi lagu-lagunya.Menurut Dr.I Made Bandem dalam bukunya yang berjudul “Ensiklopedi Gamelan Bali” menulis: Bonang atau bebonangan adalah sebuah barungan yang terdiri dari berbagai instrument pukul(percussive) yang memakai pencon seperti reong,trompong kajar,kempli,kempur,dan gong. Gamelan bonang memakai dua buah kendang yang dimainkan memakai panggul cedugan. Dalam lontarPrakempa disebutkan bahwa gamelan bonang dipakai untuk mengiringi upacara ngaben.Sama kasusnya dengan gamelan baleganjur yang pada umumnya dipakai untuk mengiringi upacara ngaben.
        Ada beberapa makna dari gambelan bleganjur yaitu:
Makna Spiritual
Makna Kesenian Baleganjur secara spiritual sebagai pemujaan yaitu pengiring prosesi/upacara keagamaan bagi Umat Hindu di Desa Cempaga . Masyarakat mema-hami Kesenian Baleganjur tidak hanya sebagai hiburan atau pelengkap ritual saja. Lebih dari itu, Baleganjur memiliki potensi untuk melengkapi kehidupan mereka yang dilingkupi oleh budaya mitos.
Makna Kerukunan
Kebudayaan tidak akan dapat dihasilkan secara individual, melainkan oleh sekelompok orang yang bersama-sama dapat menikmati hasil dari budaya terse-but. Untuk dapat saling bekerja bersama-sama dibutuhkan kerukunan antara manu-sia satu dengan manusia yang lain. Begitu pula dengan Kesenian Baleganjur. Tanpa kerukunan Kesenian Baleganjur tidak akan dapat berjalan dengan baik di Dusun Ceto. Baik dari para pemain, para warga masyarakat, juga para wisatawan yang melihat kesenian Baleganjur. Mereka saling bekerja sama untuk menjaga terciptanya kerukunan dilingkungan Desa Cempaga.
Makna Sosial
Kebudayaan bersifat sosial dalam artian kebudayaan tidak pernah dihasilkan secara individual, melainkan oleh manusia secara bersama. Kesenian Baleganjur tidak akan dapat berjalan hanya dengan usaha salah satu tokoh masyarakat Dusun Ceto saja melainkan dapat berjalan dengan baik melalui kerja sama masyarakat Dusun Ceto. Itu merupakan bukti bahwa Kesenian Baleganjur mempunyai makna sosial yang penting dalam menjalin kerjasama masyarakat dalam bidang sosial.
Unsur kebudayaan yang dikemuka-kan oleh Soerjono Soekanto salah satunya yaitu sistem norma sosial yang memung-kinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya (Soerjono Soekanto, 1970: 43). Dengan Kesenian Baleganjur masyarakat Desa Cempaga sebagai makhluk sosial dapat menjalin kerja sama dengan baik antar warga. Terbukti saat diadakan latihan rutin Kesenian Baleganjur dapat berjalan dengan baik serta saat pementasan dan pengiringan upacara keagamaan musik Baleganjur dapat berja-lan dengan baik berkat kerja sama antar pemain dengan warga masyarakat.
Makna Estetika
Nilai estetika yang berhubungan dengan Baleganjur adalah kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan kesenian musik Baleganjur baik dari suara yang dihasilkan juga dari keindahan pakaian/kostum para pemain juga tentang bagaimana para pemain memposisikan diri mereka saat memainkan Baleganjur.
Saat memainkan alat musik Baleganjur warga Desa Cempaga/Anak Anak SD 1 Cempaga di Tahun 20202 secara tidak langsung mendengarkan suara yang merdu dari alat musik Baleganjur. Dengan begitu nuansa keindahan dari suara yang hadir dapat memanjakan telinga mereka dengan alunan yang berirama. Selain dapat memanjakan telinga kesenian Baleganjur juga dapat memanjakan mata dengan melihat kekompakan para pemain serta kerapian pakaian/kostum yang dipakai para pemain Baleganjur.
Makna Budaya
Kesenian Baleganjur adalah sebagai bentuk budaya seni, agama, dan musik masyarakat Desa Cempaga. Melalui seni musik masyarakat menyalurkan daya krea-tif mereka untuk menciptakan berbagai kreasi suara yang mempunyai irama yang berbeda-beda. Dengan adanya regenerasi kepada anak-anak berarti masyarakat juga sadar akan nilai budaya yang mereka miliki sangat penting untuk terus dikembangkan, dipelihara, dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Makna Edukasi atau Pendidikan
Kebudayaan tidak bersifat statis, karena kebudayaan itu selalu berubah. Perubahan kebudayaan disebabkan karena beberapa faktor antara lain: adanya unsur invention atau penemuan baru yang dilakukan oleh anggota dalam masyarakat pendukung kebudayaan, serta adanya unsur kontak dengan masyarakat lain. Begitu pula dengan Kesenian Baleganjur selalu berkembang dari penemuan baru, berkembangnya karena inovasi masyarakat Bali sampai dengan kontak dengan masyarakat Baliaga Desa Cempaga dan akhirnya berkembang pula Kesenian Baleganjur di Desa Cempaga . Penemuan-penemuan irama baru juga merupakan nilai pendidikan yang harus diajarkan kepada generasi muda untuk selalu berusaha untuk mengembang-kan Kesenian Baleganjur supaya masyara-kat tidak bosan dengan irama yang statis dan akhirnya meninggalkan dan menggan-tinya dengan kesenian modern baru yang belum tentu cocok dengan budaya masyarakat setempat.






Begitu antusiasnya anak belar Megong di Vandemi Covid2020

LATIHAN TAHAP 2

Sabtu , 20 Nopember 2020

Kehadiran anak2 sangat Kompak



PASRAMAN HARI 3

SENEN , 23 NOP 2020

ANAK ANAK SANGAT KOMPAK, DENGAN KEHADIRAN 100%







Hari Jumat 26 Nopember 20202

Hari Ke 6 Latihan Pasraman Guna Widya Desa Cemmpaga

Para Peserta Sangat Kompak mengikuti kegiatan Pasraman ini

semoga kedepannya bisa berlangsung dan bermanfaat bagi generasi Muda di Jaman Naou ini





Rabu, 18 November 2020

RAPAT PEMBAHASAN Membahas surat Edaran 007/SE/MDA-Prov.Bali /XI/2020,( Mekanisma Permohonan SK Prajuru )

 Kamis, 19 Nopember 2020

pukul . 10.00 witq

Wantilan Desa Adat Cempaga ( http.//cempagadesaadat@gmail.com )  

Acara Rapat :

Pembukaan oleh Petajuh  ( I Nyoman Ardika )

Sambrawacana olih Bendesa Adat Cempaga

Sambrawacana Sakeng Ketua Saba Desa





Dari Petajuh disampaiakan 

Bahwa dasar hukum Penunjukan PLT adalah Paruman Megelang gelang , selaku hukum adat tertinggi di Desa Adat Cempaga.

Pertanyaan dari Jero Made Darmawan 

Bagaimana kalau plt dikukuhkan dulu menjadi Bendesa Pakraman

Yang rapat setuju mengankat PLT menkadi Bendesa dengan masa bakti yang tidak ditentukan

dan para Ulu sangat setuju dengan apa yang telah di sepakati oleh para uleman :

Yang dihadiri Oleh :

Ulun Desa 

1. Ketut Sumita ( Tugu )

2. Made Landra ( Tukang Getek )

3. Kade Bendesa ( Pengenter )

4. Ketut Simbi ( Pasek ) 

5. Wayan Suarta ( Tempek )

Prajuru Desa

1. Putu Mangku /Bendesa

2. Nyoman Ardika/Petajuh

3. I Made Suartikanaya / Penyarikan

4. Putu Pastika/Ketua Saba Desa

5. Made Darmawan

6. I Gede Budiarta

7. Jero Mangku Made Sutama

8. Komang Karya Darma

9. Nyoman Winata

10. Putu Ginarta

11. Made Brata /Kelian Teruna Desa Adat Cempaga

12. Ketut Sarka

13. Wayan Sweeken 

14. Putu Karmada

SUSUNAN PRAJURU DESA CEMPAGA

BENDESA   :  I PUTU MANGKU

PETAJUH  :  I NYOMAN ARDIKA

PENYARIKAN : JERO I MADE SUARTIKANAYA

PETENGEN : KETUT SARI NADI

KELIAN BANJAR ADAT DESA : I PUTU KARYA DARMA

KELIAN BANJAR ADAT COROT : I WAYAN SWEKEN

TEMPEK SUMBER : I KOMANG KARYA DARMA

TEMPEKAN DESA : JERO MANGKU MADE SUTAMA

TEMPEKAN KUTUH MERANTING : I NYOMAN WINATA

TEMPEKAN COROT : I WAYAN SWEKEN

TEMPEKAN GUNUNG SARI : I PUTU GINATA



Agenda rapat kedua : 

Sosialisasi New Normal Covid 2020

1. Pakai Masker, Jika keluar rumah

2. Cuci Tangan

3. Jaga Jarak

4. Jauhi Kerumunan













Selasa, 17 November 2020

ULTAH I GEDE ARTA WIBAWA

 ULANG TAHUN I GEDE ARTA WIBAWA yang Ke 10

17 Nopember 2020 




undangan yg hadir

1. Komang Bagas

2. Ketut Bagus

3. Ketut Adi Alviana

4. Gede dwin 

5. Gede Arya 

6. Gede Revan

Putu Karya Darma

SOSIALISASI ADVOKASI DAN KIE PROGRAM BANGGA KENCANA BERSAMA MITRA KERJA

 Desa Kayu Putih Kec. Banjar, Kab. Buleleng

Selasa , 17 Nopember 2020

diadakan Sosialisasi Advokasi dan Kie Progran Bangga Kencana bersama mitra kerja dan sekaligus pemberian sembako kepada semua PLKB kontrak di Kabupaten Buleleng














Minggu, 15 November 2020

Monitoring dari PAK SIRENA

Salam PLKB : Kerajinan melaksanakan tugas sangat diperlukan dibuatkan absen di kantor Desa
  • 8 fungsi keluarga Dewasa ini, sering kita jumpai kasus kenakalan remaja yang menjurus ke tindak kriminal, tindakan asusila dengan pelaku anak-anak di bawah umur, maupun hal yang terlihat “sepele” seperti hilangnya rasa hormat murid terhadap guru. Apa penyebabnya? Kita bisa saja menyebut perkembangan jaman dan gempuran teknologi sebagai beberapa penyebab kemerosotan moral tersebut. Namun, ada hal yang lebih dekat yang lupa kita periksa, yaitu keluarga. Keluarga menjadi entitas terpenting bagi kehidupan seseorang sejak ia kanak-kanak. Melalui keluarga, karakter dan kebiasaan seseorang terbentuk. Pendidikan yang pertama pun berlangsung di dalam keluarga, bukan sekolah. Hilangnya peran penting keluarga dalam kehidupan seorang anak mampu menumbuhkan perilaku negatif yang ia bawa hingga dewasa. Karena itu, kita perlu memahami fungsi keluarga dengan baik saat kita memutuskan untuk berumah tangga. Berikut ini adalah 8 fungsi keluarga menurut BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional):

 

  • Fungsi Agama Keluarga menjadi tempat dimana nilai agama diberikan, diajarkan, dan dipraktikkan. Disini, orangtua berperan menanamkan nilai agama sekaligus memberi identitas agama kepada anak. Keluarga yang berhasil menerapkan nilai-nilai agama melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari mampu memberikan fondasi yang kuat bagi setiap anggota keluarganya.

 

  • Fungsi Kasih Sayang Sejak bayi dilahirkan, sejak itu pula ia mengenal kasih sayang. Perasaan disayangi sangat penting bagi seorang anak, karena kelak ia akan tumbuh menjadi seseorang yang mampu menyayangi pula. Hal ini akan menjadi modal bagi semua anggota keluarga untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dalam konteks yang lebih luas dan mampu mengurangi munculnya bibit permusuhan dan anarkisme dalam masyarakat.

 

  • Fungsi Perlindungan Idealnya, keluarga mampu menjadi tempat yang membuat anggotanya merasa aman dan tentram. Karena itu, seburuk apapun konflik yang terjadi di dalam keluarga, hindari terjadinya tindak kekerasan verbal maupun fisik, diskriminasi, dan pemaksaan kehendak.

 

  • Fungsi Sosial Budaya Keluarga juga punya peran penting dalam memperkenalkan anak kepada nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat. Terlebih lagi di Indonesia, sopan santun sangat dijunjung tinggi, dengan berbagai macam norma, adat istiadat, dan budi pekerti yang berlaku di masyarakat. Dari anggota keluarga yang lebih tua lah anak bisa belajar bagaimana harus bersikap terhadap orang yang lebih tua dan mempelajari hal-hal yang pantas dan tidak pantas dalam budayanya.

 

  • Fungsi Reproduksi Salah satu tujuan sebagian besar umat manusia untuk berkeluarga adalah untuk mendapatkan keturunan. Melalui pernikahan yang sah, keluarga menjadi entitas yang mampu menghasilkan generasi penerus bangsa. Pendidikan seks sejak dini dan sikap menghargai lawan jenis perlu ditanamkan dalam keluarga.

 

  • Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan Keluarga menjadi tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi dengan orang lain, yaitu orangtua dan saudara-saudaranya. Di dalam keluarga pula proses pendidikan untuk pertama kalinya diterima oleh anak. Semua ini disebabkan oleh interaksi intensif yang terjadi sehingga proses pendidikan terjadi secara natural dan efektif.

 

  • Fungsi Ekonomi Kondisi ekonomi sebuah keluarga biasanya mempengaruhi keharmonisan keluarga. Karena itu, mengajarkan anak untuk berhemat dan menumbuhkan jiwa wirausaha akan membuat mereka kelak dapat cerdas secara finansial.

 

  • Fungsi Pembinaan Lingkungan Gaya hidup ramah lingkungan dapat terwujud jika ditanamkan sejak dini dalam keluarga. Begitu juga dengan kebiasaan peduli dengan lingkungan sekitar seperti tetangga dan masyarakat secara umum. Tanamkan sifat cinta lingkungan, tidak memboroskan listrik, air bersih, makanan, juga membiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya sedari dini, karena hanya dari alam lah kita dapat hidup. Menjalankan keseluruhan fungsi tersebut dengan baik tentu membutuhkan usaha yang tidak mudah. Karena itu, sebaiknya setiap pasangan baik yang berencana untuk menikah maupun yang sudah berumah tangga perlu menentukan visi dan misi keluarga.

 

  • Visi dan misi tidak hanya menyangkut masalah keuangan, namun juga meliputi pembagian peran dalam keluarga, nilai-nilai yang dianut, maupun aturan yang harus ditaati. Dengan mengetahui fungsi keluarga sedini mungkin, setiap pasangan mampu mendapat gambaran riil peran mereka kelak saat berumah tangga. Pesta pernikahan, memiliki rumah, kendaraan, dan anak bukanlah esensi dari sebuah pernikahan, melainkan menjalankan kedelapan fungsi keluarga tadi. Jika sebuah keluarga tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya, tidak hanya anggota keluarga yang bersangkutan yang menjadi tidak bahagia, namun berimbas pula pada karakter generasi muda secara keseluruhan. Jadi, rencanakan dengan baik keluarga kita. Merencanakan jumlah anak juga merupakan salah satu caranya lho! Perencanaan yang matang memungkinkan kita dan pasangan untuk mengukur kemampuan mewujudkan keluarga bahagia

 

 

Sabtu, 14 November 2020

H I N D U

  • Pengertian SAD RIPU Pengertian, Bagian, dan Contoh SAD RIPU Dalam pandangan hindu, dari dulu hingga di akhir jaman, telah mengajarkan manusia akan musuh dalam kehidupannya. Musuh yang selalu ada dalam setiap jejak kita melangkah dalam kehidupan ini yang berada pada dalam diri manusia itu sendiri. Musuh yang dimaksud adalah Sad Ripu yang dapat membawa manusia jatuh dan terjerumus ke tempat kegelapan. Sad Ripu berasal dari kata sad yang berarti enam dan ripu yang berarti musuh. Jadi secara harfiah Sad Ripu berarti enam musuh yang berada dalam diri manusia. Enam musuh ini memberikan pengaruh yang berbeda – beda, bila kita tidak dapat mengendalikanya maka akan jatuh ke dalam kesengsaraan. Oleh karena itu hendaknya manusia harus mengetahui dan bisa mengendalikan enam musuh yang ada dalam diri masing – masing. berikut adalah 6 musuh yang ada dalam diri manusia : 
  • Kama Kama artinya hawa nafsu. Nafsu apabila menjadi positif itu baik, contohnya nafsu makan. Namun, nafsu bisa juga menjadi negatif ketika manusia terperosok ke dunia Sad Ripu ini. Hendaknya, manusia dapat mengendalikan Nafsunya ke ajaran yang benar. Contoh Perbuatan Kama yaitu, Suka Mencuri dan Suka Memperkosa 
  •  Lobha Lobha artinya tamak atau rakus. yang negatif sehingga merugikan orang lain. Sifat lobha menyebabkan seseorang tidak pernah merasa puas akan yang dimilikinya. Maka, muncul lah perbuatan perbuatan tercela seperti mencuri, merampok, dan sebagainya. Sebenarnya, Lobha jika di arahkan ke hal positif hasilnya pun juga positif seperti rakus akan ilmu pengetahuan, rasa ingin tahu yang tinggi, dan sebagainya dapat menyebabkan berkembangnya otak kita. 
  • Krodha Krodha artinya marah. Marah yang berlebihan dapat menyebabkan kerugian bagi kita sendiri dan orang lain seperti menyebabkan tindakan tindakan anarkis yang dapat menyebabkan tindak kriminal. Sementara, marah juga dapat berbahaya bagi kesehatan. Terlalu sering marah juga dapat menyebabkan penyakit jantung. 
  •  Moha Moha artinya Bingung. Bingung dapat menyebabkan pikiran menjadi gelap sehingga seseorang tidak dapat berfikir secara jernih. Hal ini akan menyebabkan orang tersebut tidak mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Akibatnya hal – hal yang menyimpang akan dilakukannya. 
  •  Mada Mada artinya mabuk. Orang mabuk pikiran tidak berfungsi secara baik. Akibatnya timbulah sifat – sifat angkuh, sombong, takabur dan mengucapkan kata – kata yang menyakitkan hati orang lain. Mabuk juga dapat ditimbulkan karena minum minuman keras. Dengan minum minuman keras yang berlebihan akan menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran, sehingga menimbulkan perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.  6. Matsarya Matsarya berarti dengki atau iri hati. Hal ini akan menyiksa diri sendiri dan dapat merugikan orang lain. Orang yang matsarya merasa hidupnya susah, miskin, bernasib sial, sehingga akan menyiksa batinnya sendiri. Selain itu bila iri terhadap kepunyaan orang lain maka akan menimbulkan rasa ingin memusuhi, berniat jahat, melawan dan bertengkar,menyakiti, sehingga merugikan orang lain 
  •  semoga bermanfaat sering wa 085339191743

SILAHTURAHMI FORUM KOMUNIKASI PLKN INDONESIA PROVINSI BALI

Silahturahmi di laksanakan pada hari Sambtu Tanggal 7 Nopember 2020 di Krisna Oleh oleh Gianyar , Desa Wisata Bangsinga yang di hadiri olek Ketua Korlap Kabupaten Sebali

KEGIATAN KONSOLIDASI INTERNAL FORUM KOMONIKASI PLKB NO PNS INDONESIA KAB BULELENG

Kegiatan Konsolidasi diadakan di MONUMEN TRI YUDHA SAKTI , Ppada hari Sabtu tanggal 14 Nopember 2020 yang dihadiri oleh Korlap PLKB se Kabupaten Buleleng dengam Agenda Rapat : 1. Penyampaimpaian hasil kegiatan Oleh Ketua forum 2. Abesen kehadiran olek Ketua Korlap 3. Penyampaian Pertanggung Jawaban Keuangan Oleh Bendahara Forum